Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
Universitas

FTK UIN SGD Bandung Gelar Workshop; Penguatan Moderasi Menuju Indonesia Maju

Admin12 Agustus 20242 views2 menit baca

Bandung // Penasakti.com – Fakultas tarbiyah dan keguruan UIN Sunan gunung Djati Bandung sukses gelar Workshop Penguatan dan Insersi Moderasi Beragama dalam rencana Pembelajaran Semester Di Auditorium UIN Bandung, Senin 12 Agustus 2024.
Kegiatan tersebut mengangkat tema moderasi beragama dan Indonesia Maju 2024.

Dekan FTK UIN SGD Bandung menyampaikan pentingnya menanamkan sikap moderasi ditengah-tengah masyarakat.

“Moderasi adalah sikap, dan sikap itu harus memandang segalasesuatu sebagai bentuk humanity, pilihan seseorang terkait suatu hal merupakan hak kemanusiaan da perlu dihargai” tutur nya.

Tentunya sikap moderasi bergama dapat di ejawantahkan oleh para dosen baik dilingkungnn kamus mauoun diranah pubik dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

kegatiatan moderasi beragmma tersebut mendatangkan Narasumber Nasional; berasal dari Aktivitas Hukum dan Ham Wawan WG, M.Ag dan instruktur Nasional Moderasi Beragama Dr.Mayadina Rohmi Musfiroh, MA.
Berikut Ringkasan Materi :

Moderasi beragama adalah pendekatan penting dalam konteks keberagaman di Indonesia, mengingat negara ini terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya. Tujuan dari moderasi beragama adalah untuk mendorong toleransi, mengurangi ekstremisme, dan memperkuat kohesi sosial di antara masyarakat.

Indonesia Maju 2045 mengacu pada visi pembangunan Indonesia menjelang satu abad kemerdekaan pada tahun 2045. Dalam konteks ini, moderasi beragama menjadi salah satu pilar untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan produktif. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencapai tujuan ini termasuk:

1. **Edukasi Multikultural**: Meningkatkan pemahaman tentang pentingnya toleransi dan kerjasama antar umat beragama melalui pendidikan formal dan informal.

2. **Dialog Antar Agama**: Mendorong dialog antar pemeluk agama untuk membangun saling pengertian dan mengurangi prejudis.

3. **Kebijakan Inklusif**: Mengadaptasi kebijakan yang mendukung keberagaman dan melindungi hak-hak semua warga negara, terlepas dari latar belakang agama.

4. **Peran Media**: Media berperan penting dalam menyampaikan pesan-pesan damai dan moderat untuk melawan narasi ekstremisme.

Satu abad kemerdekaan Indonesia pada tahun 2045 diharapkan bisa menjadi momentum untuk memperkuat identitas bangsa yang inklusif dan moderat, di mana setiap individu dapat hidup berdampingan dalam harmoni.

(Red@)

Bagikan:𝕏